3 Kesalahan Barcelona Saat Dikalahkan Juventus di Liga Champions

Dwi Irfansyah 12 Apr 2017 - 17:23


Barcelona menderita kekalahan telak 3-0 saat menghadapi Juventus pada laga pertama babak 8 besar Liga Champions, Rabu dini hari tadi.

Kekalahan itu mengingatkan pada kekalahan sebelumnya atas Paris Saint-Germaine dengan skor yang lebih besar, 4-0.

Kekalahan itu membuktikan bahwa Barcelona tampak tak banyak belajar dari kesalahan atas PSG itu. Secara tipikal permainan, Juventus bermain mirip dengan yang diperagakan PSG dengan memperkokoh pertahanan dan mencoba melumpuhkan Barcelona dengan serangan balik.

Setidaknya, ada 3 kesalahan yang dilakukan Barcelona pada laga melawan Juventus. Pertama adalah tak diturunkannya Jordi Alba untuk menempel ketat Juan Cuadrado di sisi kiri. Pelatih Luis Enrique, entah atas bisikan siapa, lebih memilih menaruh Jeremy Mathieu, yang terbukti kalah cepat dari Cuadrado.

Gol pertama Juventus tak lepas dari kesalahan Mathieu yang gagal memotong umpan Cuadrado kepada Paulo Dybala. Lambatnya pergerakan bek asal Prancis itu juga beberapa kali berhasil dieksploitasi oleh Juventus.

Kesalahan kedua Enrique adalah tak menginstruksikan anak asuhnya menempel ketat Paulo Dybala. Dua gol yang diciptakan oleh penyerang Argentina itu secara jelas menunjukan betapa Barcelona tak memberikan pengawalan yang mumpuni kepada dia. Dybala dapat diibaratkan seperti Angel di Maria pada laga melawan PSG. Dia diberikan kebebasan bergerak sehingga memberikan hukuman kepada Barcelona.

Tugas mengawal Dybala seharusnya dibebankan kepada Javier Mascherano sebagai gelandang bertahan. Sayangnya, Mascherano sempat beberapa kali tak ada dalam posisi yang tepat sehingga Dybala bisa bergerak dengan leluasa.

Kesalahan ketiga diciptakan Enrique pada babak kedua dengan memasukan Andre Gomes. Dengan posisi tertinggal 3-0, Enrique seharusnya memasukan pemain dengan karakter lebih menyerang. Dengan pertahanan Juventus yang sangat ketat, Luis Enrique seharusnya berupaya menurunkan pemain yang bisa mengalirkan bola dengan lebih cepat.

Jordi Alba merupakan salah satu alternatif yang lebih baik dari Andre Gomes. Kecepatan yang dimiliki Alba plus daya tusuknya ke lini pertahanan lawan bisa merepotkan lini belakang Juventus ketimbang Andre Gomes yang tak jelas perannya di lini tengah Barcelona.

Denis Suarez merupakan alternatif lain yang seharusnya diambil oleh Enrique. Denis memiliki senjata tendangan jarak jauh yang bisa menjadi cara membongkar lini belakang Juventus yang terlampau rapat pada laga itu.

Dengan kekalahan 3-0 itu, Enrique tentu harus memutar otak pada laga kedua pekan depan. Ketepatan dalam mengambil keputusan dalam laga sebesar ini akan sangat berpengaruh terhadap nasib Barcelona. Apakah Enrique akan membuat keputusan tepat seperti saat menghadapi PSG pada laga kedua? Jawabannya layak dinantikan pekan depan.


Profile Picture of Dwi Irfansyah
Dwi Irfansyah

Hello semua, saya adalah salah satu kontributor pada situs ini, semua kontributor akan menyertakan artikel unik mereka disini, dengan sumber daya terpercaya, berita terhangat, berita terbaru seputar hal yang terjadi di indonesia.

Related Posts