3 Rumah Pahlawan Nasional yang Hancur Karena Digusur

Professor Rustri 13 Apr 2017 - 17:12

Www.InfoRasulan.coM

InfoGue - Presiden pertama Indonesia, Soekarno pernah berkata “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya,”. Sebuah kalimat yang menggambarkan betapa besarnya arti perjuangan seorang pahlawan demi merebut kemerdekaan.

Namun apa yang terjadi di negeri ini mungkin rasa-rasanya masih belum bisa merefleksikan apa yang diharapkan oleh founding father kita tersebut, karena siapa yang menyangka ternyata banyak para pahlawan hidup sangat memprihatinkan, bahkan ada juga yang harus rela rumahnya digusur karena laju pembangunan.

Nah, berikut ini adalah beberapa rumah pahlawan nasional yang harus rela tergusur karena arus pembangunan :

Rumah Radio Bung Tomo
Pada tanggal 10 November 1945, Bung Tomo pernah berpidato untuk membakar semangat arek-arek Surabaya melawan tentara Inggris. Pidato melalui radio tersebut, dilakukan di sebuah rumah kecil di Jalan Mawar No.11, Surabaya. Namun sayangnya, kondisi rumah tersebut kini hancur rata dengan tanah karena digusur untuk dijadikan lahan tempat parkir sebuah mall. Miris sekali!. Android Nougat Hadir Pada Nokia X2 RM-1013!

Rumah Proklamasi
Rumah proklamasi yang berada di Jalan Pegangsaan Timur No.56 tersebut merupakan salah satu saksi bisu kemerdekaan Republik Indonesia, karena di rumah milik Presiden Soekarno tersebut, untuk yang pertama kalinya, teks proklamasi dibacakan kepada masyarakat luas. Namun sayang keberadaan rumah bersejarah tersebut, kini hanya tinggal kenangan saja, karena telah digusur dan digantikan dengan Gedung Pola Pembangunan Semesta.
Rumah tersebut sebenarnya merupakan tempat kediaman Soekarno, dan permintaan untuk pembongkaran ini dilakukan sendiri oleh si pemilik rumah. Presiden saat ini memerintahkan untuk membangun sebuah tugu proklamasi yang sekelilingnya dikelilingi taman yang indah sehingga generasi penerus nanti bisa bermain dan bersenang- senang di sana.

Rumah Djiauw Kie Siong
Nama Djiauw Kie Siong mungkin masih terasa asing ditelinga, namun siapa yang menyangka karena jasa beliaulah, Soekarno akhirnya menuliskan teks Proklamasi. Saat itu, menjelang tanggal 17 Agustus 1945, kaum pemuda yang dimotori oleh Sukarni, Wikana dan Chairul Saleh “menculik” Soekarno dan Hatta menuju Rengasdengklok, Karawang, di sana kelompok pemuda memaksa Soekarno untuk mempercepat proses kemerdekaan Republik Indonesia. Di Rengasdengklok ini lah rombongan menginap di sebuah rumah kecil milik Djiauw Kie Siong.
Namun sayangnya rumah asli yang dulunya digunakan untuk menulis teks proklamasi tersebut sudah digusur untuk proyek pelebaran Sungai Citarum, dan dibangun kembali sejauh 150 meter dari posisi semula. Kendati berdiri bukan pada posisi awalnya, toh rumah tersebut masih banyak dikunjungi oleh masyarakat, yang penasaran ingin melihat saksi bisu proses revolusi Indonesia tersebut.


Profile Picture of Professor Rustri
Professor Rustri

Hello semua, saya adalah salah satu kontributor pada situs ini, semua kontributor akan menyertakan artikel unik mereka disini, dengan sumber daya terpercaya, berita terhangat, berita terbaru seputar hal yang terjadi di indonesia.

Related Posts