Chika Ariska Wigatiningtyas, DJ Muda Berhijab Cantik asal Indonesi

maspaklek 12 Apr 2017 - 00:48

Chika Ariska Wigatiningtyas, DJ Muda Berhijab Cantik Indonesia





Profesi Disk Jockey (DJ) di Indonesia dewasa ini memang sedang naik-naiknya. Profesi yang satu ini sering dipersepsikan dengan kehidupan malam yang glamour. Selalu berhubungan dengan hal- hal yang dinilai negatif. Asap rokok, alkohol dan selalu dekat dengan narkoba.

Namun tidak demikian dengan Ariska Wigatiningtyas, DJ yang dalam kesehariannya mengenakan jilbab. Dalam pengalaman sebagai DJ, ia sama sekali tidak mengenal merokok, minum alkohol ataupun menggunakan narkoba. Baik saat bekerja sebagai DJ maupun dalam kehidupan keseharian. Kerja DJ, kata gadis cantik yang akrab disapa Chika ini, membutuhkan konsentrasi dan kontrol penuh. Untuk itu, ia pun selalu berdisiplin diri, agar bisa terus berkarya.

Tak hanya itu, Chika yang saat ini tercatat sebagai mahasiswi semester 6 jurusan Farmasi Universitas Setia Budi Solo ini juga tak menerima job manggung di klub malam ataupun diskotik. Ia juga tetap konsekuen mengenakan hijab yang sudah dipakainya sejak kecil untuk mencegah pengaruh buruk.



"Dari kecil saya sudah memakai jilbab. Jadi bukan untuk cari sensasi atau untuk mendongkrak popularitas. Saya juga menolak untuk pentas di klub malam, hanya event budaya atau pementasan lainnya saja," ujar Chika.

Ketertarikan Chika menggeluti dunia DJ berawal dari ajakan seorang teman. Tak mau setengah-setengah, gadis kelahiran Lampung 3 Oktober, 20 tahun lalu ini belajar nge-DJ langsung pada ahlinya di Yogyakarta. Hanya butuh waktu sebulan, Chika sudah mahir nge- DJ. Berbagai tawaran perform di sejumlah event pun berdatangan. Meskipun bergelut di dunia DJ, kedua orang tuanya, pasangan Sukarno dan Eka Budi Winarni memberikan dukungan penuh. Asalkan tetap pada batasan- batasan tertentu, yakni tidak masuk dunia klub malam, serta tidak melupakan pendidikan formal.

"Papa mama support, asal tidak lupa sekolah dan tidak masuk klub malam. Saya juga sudah berjanji pada diri sendiri tidak masuk klub sama sekali," tuturnya



Terkait obsesi ke depan, Chika Ariska Wigatiningtyas tak hanya ingin sukses menjadi DJ, mengaransemen atau menciptakan musik dan lagu. Gadis yang mempunyai hobi kuliner dan jalan-jalan itu juga ingin sukses menjadi music producer dan sukses dalam kariernya di bidang farmasi. Chika menambahkan, dalam karirnya sebagai DJ, sebenarnya hanya untuk mengisi kekosongan waktu saat kuliah. Namun sejumlah event telah diikuti, diantaranya FOSR (Automotive Show Down) di The Park Mall Solo Baru, Solo Youth Fest, Posion Market Carnival Yogyakarta, MSI Fest Yogyakarta, Fabriek Fikr dari Badan Kreatif Indonesia, karya salah satu profesor institute di Indonesia, Sardono W Kusumo, acara tahun baru dan beberapa agenda sekolah. Ia juga sering mengisi acara di Palur Plasa, Solo Paragon Hotel dan acara di beberapa kota.

Menanggapi videonya saat nge- DJ dengan cadar hitam yang tersebar luas dan menjadi viral di media sosial dan youtube, Chika mengaku videonya itu sudah viral sejak Januari lalu. Video tersebut bahkan menjadi kontroversial dan mendapatkan tanggapan negatif.

"Video yang menjadi viral itu sebenarnya sudah sejak Januari. Saya sudah melakukan klarifikasi melalui instagram saya. Saya kira sekarang sudah mereda, saya enggak tahu kenapa ini viral. Saya ini kan berkarya, kenapa dengan kok dipermasalahkan. Banyak yang terbuka atau telanjang malah tidak dipermasalahkan," ujarnya. Chika menjelaskan, dalam video yang viral itu, ia sedang mengisi sebuah acara musik tahun baru 2017 di Loop Station Yogyakarta.

"Saya tampil dengan bercadar hanya dua kali, pertama acara di Colomadu saya mengambil tema Arabic Indian dan kedua di acara tahun baru di Loop Station, Yogyakarta," katanya. Ia menjelaskan,



acara tersebut digelar oleh Badan Kreatif Indonesia yang menampilkan karya seni dan bertema Arabic Indian. Kendati demikian, ia mengaku respon masyarakat positif saat dirinya bermain. Adanya pandangan masyarakat yang mempermasalahkan DJ berhijab, Chika justru mempertanyakannya. Menurut gadis yang suka main gitar dan violin ini, justru dengan berhijab tidak menjadi masalah. Apalagi jika dibandingkan dengan DJ dengan pakaian seksi.

"Pakaian saya formal, panjang dan tertutup. imbuhnya. Menurut saya, hijab bukanlah penghalang untuk bermain musik dan berkarya," pungkas dia.

Berkarya sebagai seorang disk jockey memang bukan cita- citanya semenjak muda. Namun saat ini ia menikmati aktivitas di luar kegiatan kuliahnya di Universitas Setia Budi itu. Gadis yang suka bermain gitar ini mengaku, dalam bermusik tak memilih-milih genre. Semua genre musik ia suka dan mainkan. Ia juga senang jika terus berkarya dan menciptakan aransemen musik yang baru. Dalam dunia disk jockey, Chika tak pernah mengidolakan siapapun. Baik DJ dalam maupun luar negeri. Namun ia tak menampik, mengagumi salah satu DJ wanita Indonesia, Maya Istianti. Kendati suka semua genre musik, namun Chika lebih nyaman dan suka mengaransemen jenis House Husic. Ia juga kurang senang dengan jenis musik yang terlalu ngebit.

"Kalau pentas saya lebih suka membawakan House musik. Lebih enak didengarkan dan paling banyak diterima oleh publik," kata dia.

Genre musik ini berasal dari kota Chicago, Amerika. Ciri khas house music adalah tempo yang upbeat, groovy dan kadang didominasi oleh kord piano dengan tempo sekitar 126-128 beats per minute (BPM).


Profile Picture of maspaklek
maspaklek

Hello semua, saya adalah salah satu kontributor pada situs ini, semua kontributor akan menyertakan artikel unik mereka disini, dengan sumber daya terpercaya, berita terhangat, berita terbaru seputar hal yang terjadi di indonesia.

Related Posts