GNPF MUI Temukan Indikasi Pelecehan 'QS 5:51' di Komik X-Men

Erkham 09 Apr 2017 - 15:00




Jakarta - Kemunculan 'QS 551' dan '212' di salah satu komik Marvel berjudul 'X-Men Gold #1' menjadi perhatian Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) MUI. Pihak yang menjadi inisiator gerakan aksi damai '212' ini menilai ada indikasi pelecehan.
"Kami sudah mengetahui mengenai komik tersebut. Kami sudah menelaah dan ada indikasi pelecehan Surat Al Maidah 51," ujar anggota tim advokasi GNPF MUI, Kapitra Ampera dalam perbincangan, Kamis (9/4/2017).

Pelecehan yang dimaksud adalah dimasukkannya tulisan 'QS 551' ke dalam komik. Menurut Kapitra, QS 5:51 yang merujuk pada Surat Al Maidah 51 itu tidak seharusnya sembarangan dimasukkan ke dalam komik. "Kita lihat di situ, QS 5:51 ditulis di pakaian yang seperti itu. Padahal Al Maidah 51 ini kan mengandung kesakralan," kata Kapitra.

Menurut Kapitra dimasukkannya QS 5:51 di baju salah satu tokoh komik, tidak relevan dengan Surat Al Maidah.
Dia juga menyorot mengenai angka '212' yang selama ini menjadi nama aksi damai pada 2 Desember 2016 silam. "Sama sekali tidak mereprenstasikan surat Al Maidah. Konteksnya bisa lain," ujar Kapitra.
'X-Men Gold #1' digambar oleh seniman asal Tulungagung Ardian Syaf. Syaf menyisipkan beberapa simbol angka '212' dan 'QS 05:51'.



Simbol '212' di dalam komik terdapat di salah satu bangunan.

Diceritakan tokoh utama dalam cerita, Kitty Pryde berada di antara kerumunan anggota Marvel. Namun, tak hanya simbol itu saja. Kata 'jew' tampil mencolok di salah satu bagian gambar. Kata tersebut mengacu pada 'jewelly' yang berarti toko perhiasan.

Marvel mengaku tidak tahu menahu mengenai makna di balik 212 dan QS 5:51 tersebut. Dalam sebuah surat pernyataan kepada Comicbook. com, mereka mengaku tidak tahu angka dan arti dari simbol-simbol yang dimasukkan dalam komik.
"Karya atau gambar yang disebutkan dalam komik 'X-Men Gold #1' dimasukkan tanpa sepengetahuan ada makna.
Gambar atau simbol yang tersirat tidak mencerminkan pandangan dari penulis, editor, maupun pihak lain yang ada di Marvel. Karya seni di dalam komik akan dihapus di cetakan berikutnya, baik versi digital dan bentuk fisik komik. Dan nantinya akan ada hukuman yang diberikan," tulis pernyataan tersebut.

Komikus Ardian Syaf belum berkomentar mengenai hal ini. Dihubungi melalui pesan singkat, Ardian belum merespons.(fjp/imk)


Profile Picture of Erkham
Erkham

Hello semua, saya adalah salah satu kontributor pada situs ini, semua kontributor akan menyertakan artikel unik mereka disini, dengan sumber daya terpercaya, berita terhangat, berita terbaru seputar hal yang terjadi di indonesia.

Related Posts