Ketika Kroos Melawan Masa Lalunya

daffa alhafidz 12 Apr 2017 - 06:01



Munich - Toni Kroos bisa jadi setenar sekarang tak lepas dari jasa Bayern Munich. Kini Kroos untuk pertama kalinya harus menghadapi Die Roten sebagai lawan.

Kroos yang asli Jerman Timur merantau ke Barat, tepatnya di kota Munich pada 2006 setelah Bayern membelinya dari akademi Hansa Rostock. Setahun belajar di akademi Bayern, Kroos lakoni debutnya di tim senior pada 2007.

Awal karier Kroos di Bayern sempat berjalan kurang mulus karena dia jarang diberi kesempatan bermain. Alhasil Kroos memilih dipinjamkan ke Bayer Leverkusen pada 2009 untuk mendapat pengalaman bermain.

Delapan belas bulan berseragam Leverkusen, Kroos meningkat pesat kemampuannya dan membuat Bayern menariknya lagi di musim panas 2010. Sejak saat itu Kroos menjelma sebagai salah satu gelandang tengah terbaik dunia.

Baca Juga

  1. Taekwondo Pancang Target Dua Emas di SEA Games 2017
  2. 'Maskapai Bikini' Terbang ke RI, Jadi Alternatif Rute ke Vietnam
  3. Ini Karakter Orang Indonesia Saat Beli Mobil
  4. Baru Beli, Andhika Pratama Pamer Mobil Rp3 Miliar
  5. Ini Syarat Mobil Ramah Lingkungan Agar Dapat Insentif

Perannya di lini tengah makin vital dengan torehan 25 gol dari 2015 penampilan di seluruh kompetisi selamat empat tahun. Performa oke di klub mengantarkan Kroos jadi langganan timnas Jerman dan berjasa membawa negaranya jadi juara dunia 2014.

Musim 2013/2014 jadi kali terakhir Kroos berseragam Bayern karena datang Madrid yang meminangnya dan lagi-lagi, Kroos tanpa kesulitan menyegel tempatnya di tim inti.

Hampir tiga tahun sejak kepergiannya, Kroos akan kembali ke kota Munich namun tidak sebagai kawan melainkan lawan.

"Saya pertama kali meninggalkan rumah ketika saya gabugn Bayern, itu pertama kalinya saya sendiri," tutur Kroos di situs resmi UEFA.

"Dan tidak hanya soal menjadi pemain profesional, tapi juga sikap di luar lapangan. Saya harus bisa mengatur diri dengan baik dan itu tugas sulit untuk pemain 16 tahun," sambungnya.

"Tapi saya rasa dua aspek berjalan sangat baik baik keolahragaan maupun personal. Saya cukup cepat menembus tim utama di Munich."

"Itulah laga profesional pertama saya. Dan setelahnya saya bermain lebih sering ketika dipinjamkan 18 bulan ke Bayer Leverkusen."

"Saya memenangi banyak titel juara, saya bermain dengan para pemai fantastis serta bekerja bareng pelatih top, jadi saya meninggalkan memori indah di Bayern. Di atas itu semua, Bayern adalah periode spesial dalam karier saya."

"Saya masih suka berhubungan soal performa tim, meski terkadang memang sulit, karena kami punya banyak laga dan saya banyak menghabiskan waktu bersama keluarga."

"Masih banyak juga mantan rekan setim saya di sana dan juga beberapa rekan saya di timnas Jerman, jadi saya masih berhubungan dengan mereka. Beberapa dari mereka bahkan mengenal baik saya sejak lama," tutupnya.


Profile Picture of daffa alhafidz
daffa alhafidz

Hello semua, saya adalah salah satu kontributor pada situs ini, semua kontributor akan menyertakan artikel unik mereka disini, dengan sumber daya terpercaya, berita terhangat, berita terbaru seputar hal yang terjadi di indonesia.

Related Posts