News

Maradona Salahkan Rojo Atas Dua Gol Mbappe

marcos rojo

Infogue.id – Kekecewaan tak bisa disembunyikan oleh legenda tim nasional Argentina, Diego Maradona, setelah negaranya dikalahkan Prancis dengan skor 3-4 di 16 besar Piala Dunia 2018 (30/6/2018). Maradona melihat banyak kesalahan yang ada di dalam skuat Albiceleste, tetapi yang paling menjadi sorotan adalah buruknya performa pemain di lini pertahanan.

Di laga tersebut, Prancis berhasil membuka keunggulan lewat titik putih setelah Marcos Rojo menjegal Kylian Mbappe di kotak penalti. Mbappe berlari cepat membawa bola seorang diri menuju kotak penalti Prancis. Rojo tak punya pilihan lain untuk menghentikan Mbappe karena ia kalah cepat dengan pemain berumur 19 tahun itu. Bek Manchester United pun harus menjatuhkan Mbappe, yang sayangnya tepat terjadi di dalam kotak penalti.

Peluang dari titik putih pun tak disia-siakan oleh Antoine Griezmann untuk membawa Les Blues unggul dan mencetak golnya di Piala Dunia 2018. Kecerobohan itulah yang membuat Maradona geram dengan barisan pertahanan Argentina.

Di satu sisi, Maradona juga memuji penampilan Mbappe yang sangat cemerlang meski usianya masih sangat muda. Ia membandingkan pemain milik Paris Saint-Germain itu dengan legenda Argentina lainnya, Claudio Caniggia saat masih muda.

“Argentina berusaha menekan pertahanan Prancis tetapi lalu membuat kesalahan dengan meninggalkan ruang untuk Mbappe, dia seperti Caniggia saat masih muda,” kata Maradona dikutip dari FourFourTwo.

“Rojo membiarkan dia menerobos ke wilayah yang krusial dan harus melanggarnya. Itu bukan hal yang layak dilakukan oleh pemain tim nasional.

“Seharusnya yang dia lakukan adalah menahan tubuh dan menjatuhkan Mbappe sebelum bola berhasil dikuasai,” ujar Maradona.

Lebih lanjut mengenai gaya bermain Tim Tango, Maradona enggan banyak berkomentar. Di pertandingan melawan Prancis, Maradona mengakui bahwa gaya bermain Argentina tidak jelas allahnya. Ketika Lionel Messi mulai bisa ditutup pergerakannya oleh pemain lawan, seolah-olah permainan Argentina berakhir saat itu juga.

“Kami seolah tidak tahu bagaimana cara menyerang, kami tidak tahu apa yang harus dilakukan saat bola sudah dikuasai. Prancis melakukan hal yang berbeda; mereka melakukan serangan balik, memiliki variasi dan opsi serangan dari kanan dan kiri.”

“Messi sangat terisolasi di pertandingan tersebut dan tidak pernah dekat dengan kotak penalti. Jika dia menjadi pemain nomor sembilan, maka tugasnya adalah mencari bola, menjadi penyambung permainan, membuat assist atau mencetak gol,” ucap pria yang pernah meraih gelar Piala Dunia bersama timnas Argentina.

Argentina pun menjadi tim Amerika Selatan kedua yang harus pulang lebih awal menyusul Peru, yang gugur di babak grup. Ini merupakan penurunan prestasi yang sangat mencolok jika dibandingkan dengan Piala Dunia edisi sebelumnya di mana Argentina bermain di final dan keluar sebagai runner-up. Menariknya, juara Piala Dunia 2014 di Brasil lalu, Jerman, juga sudah tersingkir di babak grup setelah kalah 2-0 dari Korea Selatan di pertandingan terakhir.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top